Sekian lama sendiri tanpa pasangan, aku selalu penasaran apakah nantinya aku bisa jatuh cinta lagi seperti waktu aku di usia belia? Apakah rasanya akan sama? Apakah kupu-kupu di dalam perut itu akan terasa lagi? Tapi aku gak pernah memikirkan bahwa bersamaan dengan jatuh hati pada seseorang, akan ada risiko kembali patah hati. Atau sebenarnya alam bawah sadarku telalu menyadari risiko itu hingga menyetirku menjadi seorang yang terlalu takut memulai suatu hubungan baru? Setelah berhari-hari merasa gamang, kemudian lega karena mendapatkan sebuah ketegasan, hari ini aku mengakui kalau aku patah hati. Aku mencoba berpikir tentang apa yang kurasakan dan alasan mengapa aku bisa merasa sedih (padahal sebelumnya aku merasa lega). Mungkin aku memang harus mengakui kalau ini adalah patah hati. Sebab patah hati, aku jadi ingin menangis. Sebab patah hati, aku jadi gak bergairah. Sebab patah hati, aku selalu menemukan celah untuk memikirkan alasan yang membuat aku patah hati. Tapi yang gak ak...
Beberapa hari belakangan ini aku hampir tidak pernah alpa menangis. Entah siang hari, setelah makan malam, atau sebelum tidur, bahkan di dalam mimpi aku menangis. Menangisi nasibku yang kurang mujur, menangis karena tidak tahu arah hidup, menangis karena merasa tidak berdaya, dan terkadang aku tidak punya alasan apa-apa, ingin menangis saja. Kemarin penulis yang sudah lama kuikuti di twitter meninggal dunia karena sakit. Jelas saja aku kaget karena belum lama ia masih menyempatkan diri membuat pembaharuan di media sosialnya. Aku menuliskan pesan bela sungkawa di unggahan terakhir twitternya, berterima kasih karena ia sudah banyak berkaya semasa hidupnya dan mendoakan yang terbaik bagi jiwanya yang sekarang beristirahat. Lalu siang ini, aku menangis sembari melihat komentar di unggahan Instagram miliknya. Begitu banyak yang mendoakannya, memberikan semangat agar dia bisa melalui penyakitnya dengan hati yang kuat, serta tak lupa pesan selamat jalan yang ditulis oleh orang-orang yang ...
Novel ini bikin aku melongo waktu aku berhasil menamatkannya. Otakku berpikir sambil mengingat kembali ceritanya dari awal, kira-kira bagian mana yang sebenarnya menyeramkan. Karena biasanya kalo baca buku thriller pasti ada pembunuhan sadis, banyak darah, dan adegan mengerikan semacamnya. Lalu aku menyadari betapa kerennya novel ini bisa bikin merinding meski minim adegan kekerasan. Penasaran? Sekilas tentang novel Carmine Novel ini menggambarkan keadaan rumah yang rasanya seperti di neraka karena terlalu banyak siksaan dan meninggalkan trauma. Ada Mirah yang mengalami kekerasan fisik dan mental dari ibunya sendiri. Sejak kecil ibunya sering bersikap kurang baik kepadanya, salah satunya adalah mengurungnya di ‘ruang anak baik.’ Ada pula Carmine, seorang selebriti populer yang pensiun dini setelah menikah dengan Ruddy. Menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga dengan 4 anak membuatnya begitu tertekan. Meski tidak melakukan kekerasan secara fisik, namun Ruddy sebagai suami yang s...
Komentar
Posting Komentar